Antonius Sukardi :
Karyawan Swasta
Meski pajak atas harta telah dibayarkan, selama tidak dilaporkan dalam SPT tetap dianggap sebagai penghasilan yang tidak pernah dibayarkan pajaknya

Pertanyaan:

Saya seorang karyawan yang sudah memiliki Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) sejak 2007. Pajak Penghasilan (PPh) saya biasanya dibayarkan oleh perusahaan. Saya memiliki harta berupa tanah yang dibeli sejak 2009 dengan hasil gaji saya sendiri. Sementara saya tidak punya penghasilan tambahan selain gaji. Apakah saya harus ikut Pengampunan Pajak atau ada cara lain untuk menyatakan harta saya?

 

Jawab:

Sebenarnya ada dua cara yang bisa dilakukan, yakni dengan ikut Amnesti Pajak atau pembetulan Surat Pemberitahuan (SPT). Untuk kasus seperti ini, Direktorat Jenderal Pajak menyarankan Bapak Antonius Sukardi untuk ikut Amnesti Pajak.

Harta ini sudah lama, perolehannya jelas, dan sudah dibayarkan pajaknya. Namun, selama tidak dilaporkan dalam Surat Pemberitahuan (SPT) Pajak Tahunan, pastinya harta itu akan menghasilkan pemasukan. Pemasukan ini tidak pernah dibayarkan pajaknya. Dengan ikut program pengampunan pajak, Bapak Antonius hanya perlu membayar uang tebusan 2 persen pada periode pertama.

Bisa saja Bapak Antonius menempuh jalur pembetulan SPT. Namun, akan ada kekurangan pembayaran pajak yang muncul karena ada harta tambahan yang dianggap sebagai penghasilan. Kekurangan pajak ini harus dibayarkan sekaligus sanksinya berupa bunga 2 persen per bulan, maksimal selama 24 bulan atau 48 persen.

Pembetulan SPT bisa lebih mudah dilakukan jika wajib pajak memperoleh atau membeli harta tersebut pada 2014 atau 2015. Dengan begitu wajib pajak tidak akan terkena sanksi atas harta yang dimasukkan dalam pembetulan SPT.

Penjelasan ini diolah dari berbagai sumber, yaitu: peraturan-peraturan terkait amnesti pajak, pengamat pajak, wawancara narasumber, dan situs pajak.go.id.