Syahrul :
Karyawan Swasta
Pembetulan SPT bisa dilakukan tanpa terkena denda, selama tidak mengakibatkan kurang bayar.

Pertanyaan:

Saya punya aset harta yang sebenarnya sudah pernah dilaporkan pada Surat Pemberitahuan (SPT) sebelumnya. Namun saya lupa mencantumkannya kembali dalam SPT terakhir (2015). Apakah saya harus ikut amnesti pajak?

 

Jawab:

Ada dua alternatif yang bisa ditempuh Bapak Syahrul, yakni melalui pembetulan SPT atau ikut amnesti pajak. Melalui pembetulan SPT, selama tidak mengakibatkan kurang bayar, maka tidak dikenakan denda. Namun, jika dalam perhitungannya Direktorat Jenderal Pajak menetapkan ada kurang bayar, akan dikenakan denda sebesar 2 persen per bulan selama maksimal dua tahun.

Berdasarkan Undang-Undang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan (KUP) Pasal 13A disebutkan bahwa wajib pajak yang tidak menyampaikan SPT atau mengisi SPT tapi isinya tidak benar, tidak lengkap, atau melampirkan keterangan yang tidak benar, akan dikenakan sanksi. Wajib Pajak tersebut wajib melunasi kekurangan pembayaran pajak yang terutang beserta sanksi administrasi berupa kenaikan 200 persen dari jumlah pajak yang kurang dibayar. Ini akan diputuskan melalui penerbitan Surat Ketetapan Pajak Kurang Bayar. Sanksinya bahkan bisa sampai pidana kurungan.

Sementara jika ikut amnesti pajak, semua pemeriksaan pajak akan dihentikan dan kurang bayar, tunggakan dan denda akan dihapuskan. Hanya cukup membayar uang tebusan dengan tarif 2-10 persen, tergantung program yang diambil dan periodenya.

Penjelasan ini diolah dari berbagai sumber, yaitu: peraturan-peraturan terkait amnesti pajak, pengamat pajak, wawancara narasumber, dan situs pajak.go.id.