Freddy Lontoh :
Wajib pajak tidak bisa mengikuti program pengampunan pajak jika tidak bisa membayar uang tebusan

Pertanyaan:

Saya tidak punya uang untuk membayar uang tebusan, apakah saya masih bisa ikut tax amnesty?

 

Jawab:

Kebijakan pengampunan pajak dilakukan dalam bentuk pelepasan hak negara untuk menagih pajak yang seharusnya terutang. Oleh karena itu, sudah sewajarnya jika wajib pajak diwajibkan untuk membayar uang tebusan atas pengampunan pajak yang diperolehnya. Hal ini disebutkan dalam Penjelasan Undang-Undang Pengampunan Pajak.

Artinya, untuk ikut tax amnesty wajib pajak harus membayar uang tebusan atas harta yang dilaporkan, sesuai tarif. Jika tidak memiliki uang untuk membayar tebusan, wajib pajak tidak bisa ikut program pengampunan pajak ini. (Baca: Berapa Tarif Tebusan yang Harus Dibayar?)

Harta yang diungkap dalam tax amnesty adalah semua harta yang dimiliki wajib pajak dan tidak dilaporkan dalam SPT terakhir, yakni 2015. Uang tebusan yang harus dibayarkan berdasarkan total harta tambahan tersebut. Wajib pajak harus jujur dalam mengungkapkan hartanya saat ikut tax amnesty. Jika tidak, akan ada sanksi yang memberatkan jika di kemudian hari Ditjen Pajak menemukan harta yang tidak diungkap dalam Surat Pernyataan tax amnesty.

Memang akan sangat memberatkan ketika wajib pajak ingin ikut tax amnesty, tapi tidak mampu membayar tebusan atau uangnya tidak cukup untuk membayar total tebusan yang harus dibayar. Meski demikian, ada beberapa opsi yang bisa meringankan wajib pajak dalam pembayaran tebusan ini.

(Baca: Harta Apa Saja yang Harus Dilaporkan?)

Salah satunya dengan mencicil pembayarannya. Namun, pada saat penyampaian Surat Pernyataan, uang tebusan sudah harus lunas. Jika belum lunas, Surat Pernyataan tidak dapat diterima oleh Direktorat Jenderal Pajak.

Opsi lainnya adalah mengikuti program pengampunan pajak secara bertahap. Seperti dijelaskan dalam Pasal 10 ayat 7 UU Pengampunan Pajak, Wajib Pajak dapat menyampaikan Surat Pernyataan paling banyak tiga kali dalam dalam periode berlakunya tax amnesty sampai dengan tanggal 31 Maret 2017. Namun, tarifnya tebusannya disesuaikan dengan periode program pengampunan pajak.

Masih ada opsi lain di luar itu. Wajib pajak bisa meminjam uang ke bank untuk membayar uang tebusan. Namun, utang tersebut tidak dimasukkan dalam perhitungan harta yang diungkap dalam Surat Pernyataan. Karena ketentuan dalam program ini adalah pengungkapan harta dan utang hingga 31 Desember 2015.

(Baca: Bagaimana Jika Wajib Pajak Tidak Ikut Amnesti Pajak?)

Penjelasan ini diolah dari berbagai sumber, yaitu: peraturan-peraturan terkait amnesti pajak, pengamat pajak, wawancara narasumber, dan situs pajak.go.id.