Rusdy Wen :
Perhitungan nilai wajar sebenarnya boleh saja menggunakan NJOP

Saya sudah ikut tax amnesty dan membayar uang tebusannya. Tapi saya merasa ada masalah. Nilai rumah yang saya laporkan dalam Surat Pemberitahuan (SPT) sebenarnya sudah sesuai NJOP. Namun, ketika berkonsultasi dengan petugas di Kantor Pelayanan Pajak (KPP) setempat, saya diharuskan menghitung sesuai dengan nilai rumah wajar pada 31 Desember 2015. Masalahnya dalam tax amnesty, selisih nilai NJOP dan nilai wajar ini dianggap sebagai uang tunai. Jumlahnya sangat besar dan saya tidak memiliki uang tunai sebanyak itu. Saya khawatir hal ini akan dianggap sebagai pencucian uang (money laundry).

  1. Apa yang sebaiknya saya lakukan? Apakah harus meminta pembetulan?
  2. Bagaimana cara saya melaporkannya pada SPT tahun 2017 nanti? Apakah nilai tunai itu dihilangkan atau ditambahkan ke nilai rumah. Apakah ada muncul perhitungan pajak lagi yang harus saya bayarkan, jika saya menambahkannya ke nilai rumah?
  3. Bagaimana perhitungan uang tebusan untuk seorang Ibu Rumah Tangga tidak berpenghasilan tapi memiliki harta yang dibelikan oleh anaknya?

 

Jawab:

  1. Mengenai nilai wajar atas aset tersebut sebenarnya boleh saja menggunakan NJOP dan tidak perlu pembetulan lagi.
  2. Dalam pelaporan SPT berikutnya, bisa disamakan dengan dengan nilai yang dilaporkan sekarang. Tidak perlu ditambahkan dan tidak perlu ada pembetulan.
  3. Harta yang didapat dari hasil pemberian anak sendiri atau orang lain, adalah termasuk hibah. Ini bukan merupakan objek tax amnesty. Cukup dinyatakan dengan keterangan hibah dari anaknya dan tidak perlu mengikuti program pengampunan pajak. Namun, jika tetap ingin ikut tax amnesty, tarif tebusannya mengacu pada tarif deklarasi, yakni 2 persen untuk periode pertama.

 

Zeti Arina

Founder Artharaya Consultant

www.artharayaconsult.com 

Penjelasan ini diolah dari berbagai sumber, yaitu: peraturan-peraturan terkait amnesti pajak, pengamat pajak, wawancara narasumber, dan situs pajak.go.id.