Bonar Paul :
Karyawan Swasta
Sebaiknya segera mengajukan pencabutan NPWP dan menggabungkannya dengan SPT suami.

 

Saya karyawan swasta, memiliki Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP), dan selalu tertib melaporkan Surat Pemberitahuan (SPT) Pajak setiap tahun. Pajak Penghasilan sudah dipotong dari gaji saya oleh perusahaan.

Sementara istri saya sejak 2009 sudah tidak lagi bekerja dan tidak punya penghasilan. Dia punya NPWP. Tapi setelah berhenti bekerja, dia tidak pernah lagi melaporkan SPT.

Pertanyaan saya:

  1. Apakah saya harus ikut tax amnesty atau pembetulan SPT dengan menggabungkan SPT istri di SPT saya, dan mana lebih menguntungkan buat saya.
  2. Beberapa aset yang tercatat atas nama istri, dahulu sudah pernah dilaporkan di SPT istri. Apakah saya harus laporkan di SPT saya kembali? Apakah saya harus bayar uang tebusan juga?

 

Jawab:

  1. Selama NPWP belum dicabut, maka masih ada kewajiban untuk melaporkan SPT. Jika pajak atas penghasilan suami dan istri sudah dibayarkan, tidak perlu ikut tax amnesty. Sebaiknya segera mengajukan pencabutan NPWP dan menggabungkannya dengan SPT suami.  
  2. Harta yang sudah pernah disampaikan dalam SPT istri, tidak perlu lagi dilaporkan di SPT suami. Kecuali jika NPWP istri sudah dicabut dan digabungkan hartanya dalam laporan SPT suami.

Narasumber:

Founder
No telp kantor :  (031) 8492777
Email                   :  zeti@artharayaconsult.com
Perusahaan      :  Artha Raya Consultant