Daud Santoso :
Pensiunan
Jika ada harta yang dimiliki dari penghasilan yang tidak pernah dibayarkan pajaknya, perlu ikut tax amnesty

Saya berusia 52 tahun yang sudah pensiun dan tidak memiliki pekerjaan lagi. Saat ini penghasilan saya hanya dari bunga deposito hasil warisan orang tua dan santunan dari gereja. Totalnya masih di bawah batas Penghasilan Tidak Kena Pajak (PTKP).

Masalahnya hingga saat ini saya belum memiliki Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) dan menyampaikan Surat Pemberitahuan (SPT) Pajak. Apakah saya harus ikut tax amnesty dan membuat NPWP?

 

Jawab:

Masyarakat yang berhak mendapatkan pengampunan pajak adalah yang sudah punya NPWP dan memiliki kewajiban menyampaikan SPT Tahunan. Hal ini diatur dalam pasal 3 Undang-Undang (UU) Pengampunan Pajak Nomor 11 Tahun 2016.

Sementara dalam (UU) Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan (KUP) disebutkan bahwa masyarakat yang penghasilannya di bawah PTKP tidak wajib memiliki NPWP dan menyampaikan SPT. Dalam Peraturan Direktur Jenderal Pajak Nomor 11 Tahun 2016 juga disebutkan bahwa masyarakat ini diperbolehkan untuk tidak mengikuti tax amnesty dan dibebaskan dari sanksi UU Pengampunan Pajak.

Jika sebelumnya memiliki penghasilan di atas PTKP dan memiliki harta lain dari penghasilan yang tidak pernah dibayarkan pajaknya, maka wajib pajak ini perlu ikut tax amnesty. Sehingga perlu membuat NPWP terlebih dahulu.

Jika ada harta lain yang dimiliki dari penghasilan yang sudah dibayarkan pajaknya dan telah memiliki NPWP sebelumnya, cukup dengan melakukan pembetulan SPT dan tidak perlu ikut tax amnesty.

Namun, jika tidak memiliki harta lain atau sebelumnya juga memiliki penghasilan di bawah PTKP, tidak perlu ikut membuat NPWP dan tidak perlu ikut tax amnesty.

Narasumber:

Co-founder of Indonesian Tax and Accounting Institute (INTAI)